Jumat, 18 Oktober 2013

Soal cerita Operasi hitung bilangan bulat (MATEMATIKA)



Soal cerita Operasi hitung bilangan bulat
1.   Vita membeli 8 strip obat untuk sakit kepala di Apotek sehat. Harga 1 strip obat Rp. 7.250,00. Setiap 1 strip obat berisi 12 tablet. Vita menjual obat tersebut secara eceran dengan harga Rp. 750,00 per tablet. Berapa keuntungan yang diproleh Vita jika semua obat habis terjual?
2.   Bu Rosa membeli 150 kantong beras. Setiap kantong berisi 5 kg beras. Sebanyak 15 kg diberikan kepada nenek. Beras yang masih tersisa dibagikan kepada 49 tetangga di sekitarnya. Jika kamu menjadi bu Rosa, berapa kg beras yang akan kamu bagikan kepada masing-masing tetangga?
3.   Bu Citra mendapat pesanan parsel untuk anak sekolah. Bu Citra membeli 75 bolpoin seharga Rp. 60.000,00, 45 buku gambar seharga Rp. 72.000,00, dan 150.000,00 buku tulis seharga Rp. 225.000,00. Ketiga jenis barang tersebut akan dimasukan ke dalam parsel. Setiap parsel berisi jenis dan jumlah sama. Parsel tersebut dijual dengan harga Rp. 28.000,00 per parsel.
a.            Berapa banyak parsel yang dapat dibuat Bu Citra?
b.            Berapa keuntungan yang diproleh Bu Citra?
4.   Di suatu menara, terdapat dua buah lonceng. Lonceng pertama berdentang setiap 12 menit dan lonceng kedua setiap 16 menit. Jika kedua lonceng berdentang bersamaan pada pukul 24.00, berapa kali lonceng tersebut berdentang bersamaan mulai pukul 24.00 sampai pukul 06.00?
5.   Kardus pembungkus tv 21” berbentuk kubus dengan volume 216 dm3 dan kardus pembungkus tv 14” berbentuk kubus dengan volume 64 dm3. Jika kedua kardus ditumpuk, berapa meter tinggi tumpukan kardus tersebut?




Lampiran 2
Kunci Jawaban:
1.   Diketahui:
-           Obat yang dibeli 8 strip @ Rp. 7.250,00
-          1 strip = 12 tablet di jual @ Rp. 750,00
Ditanyakan : Berapa keuntungan vita jika semua obat habis terjual?
Jawab:
Hasil penjualan: 8 x 12 x 750 = 72.000
Pembelian obat : 8 x 7.250 = 58.000
Keuntungan = Hasil penjualan - pembelian obat
                    = (8 x 12 x 750) – (8 x 7.250)
                     = 72.000 – 58.000
                     = 14.000
Jadi keuntungan vita dari penjualan obat adalah Rp. 14.000,00
2.   Diketahui:
-          Pembelian beras 150 ksntong beras @ 5 kg
-          Diberikan kepada nenek 15 kg
-          Dibagikan ke  49 tetangga
Ditanyakan: Berapa beras yang dibagikan kepada masing-masing tetangga?
Jawab:
Beras yang dibeli: 150 x 5 = 750 kg
Beras masing-masing tetangga= beras yang dibeli – beras yang di berikan nenek :
                                                   jumlah tetangga
 = (750 – 15) : 49
 = 735 : 49
 = 15 kg
Jadi beras yang diberikan ke masing-masing tetangga adalah 15 kg.
3.   Diketahui:
-          75 bolpoin Rp. 60.000,00
-          45 buku gambar Rp. 72.000,00
-          150 buku tulis Rp. 225.000,00
-          Dijual parsel @ Rp. 28.000,00
Ditanyakan : a. banyak parsel yang dibuat  b. keuntungan penjualan parsel
Jawab
a.    Banyak parsel = FPB dari 75, 45 dan 150
75 = 3 x 52
45 = 32 x 5
150 = 32 x 52
FPB dari 75, 45 dan 150 = 3 x 5 = 15
Jadi banyak parsel yang dibuat adalah 15 parsel
b.      Harga pembelian untuk parsel: 60.000 + 72.000 + 225.000 = Rp. 357.000,00
Hasil penjualan parsel  = parsel yang dibuat x harga jual tiap parsel
               = 15 x 28.000
             = Rp. 420.000,00
Keuntungan = pejualan – pembelian
                    = 420.000 – 357.000
                    = 63.000
Jadi keuntungan dari penjualan parsel adalah Rp. 63.000,00
4.   Diketahui:
-          Lonceng 1 beretak setiap 12 menit
-          Lonceng 2 berdetak setiap 16 menit
-          Berdetak bersamaan pukul 24.00
Ditanyakan: berapa kali kedua lonceng berdetak bersamaan mulai pukul 24.00 – 06.00?
Jawab:
2 Lonceng berdetak bersemaan = KPK dari 12 dan 16
12 = 22 x 3
16 = 24
KPK 12 dan 16 = 24 x 3 = 2 x 2 x 2 x 2 x 3 = 48menit sekali
24.00 – 06.00 =  6 x 60 = 360 menit
 2 lonceng bertepuk bersamaan = 360 : 48 = 7,5 atau 7 kali
Jadi  kedua lonceng tersebut berdetang dengan bersamaan sebanyak 7 kali pada pukul 24.00 sampai 06.00.
5.   Diketahui:
-          Volume Kardus tv 21” adalah 216 dm3
-           Volume Kardus tv 14” adalah 64 dm3
Ditanyakan : berapa meter tinggi kedua kardus tersebut apabila ditumpuk?
Jawab:      
Volume Kardus tv 21”    =  216 dm3
Faktornya 216 = 23 x 33
Tinggi kardus tv 21”        =  216  =  23 x 33 =  23 x  3= 2 x 3 = 6 dm
Volume Kardus tv 14” =  64 dm3
Faktornya 64 = 26
Tinggi kardus tv 14”        =  64  =  26 = 26:3 =  22 = 4 dm
Tinggi kedua kardus = 6 dm + 4dm = 10 dm = 1 meter
Jadi tinggi tumpukan kardus tersebut adalah 1 meter.

Kamis, 17 Oktober 2013

Hakikat Pembelajaran IPA di SD



Hakikat Pembelajaran IPA di SD

a.       Pembelajaran IPA di SD
Pembelajaran merupakan persiapan di masa depan, dalam hal ini masa depan kehidupan anak yang ditentukan orang tua. Oleh karenanya, sekolah mempersiapkan mereka untuk hidup dalam masyarakat yang akan datang. Pembelajaran merupakan suatu proses penyampaian pengetahuan, yang dilaksanakan dengan menuangkan pengetahuan kepada siswa (Oemar Hamalik, 2008: 25). Bila pembelajaran dipandang sebagai suatu proses, maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar. Proses tersebut dimulai dari merencanakan progam pengajaran tahunan, semester dan penyusunan persiapan mengajar (lesson plan) berikut persiapan perangkat kelengkapannya antara lain berupa alat peraga dan alat-alat evaluasinya (Hisyam Zaini, 2004: 4).
Berdasar beberapa pendapat diatas maka disimpulkan pembelajaran adalah suatu proses dan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar, pembelajaran juga merupakan persiapan di masa depan dan sekolah mempersiapkan mereka untuk hidup dalam masyarakat yang akan datang. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan mata pelajaran di SD yang dimaksudkan agar siswa mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan-gagasan.
 IPA adalah pengetahuan khusus yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain (Abdullah, 1998: 18). IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan sistematis dan IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (Sri Sulistyorini, 2007: 39).
Menurut Iskandar IPA adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi alam (Iskandar, 2001: 2). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan mata pelajaran di SD yang dimaksudkan agar siswa mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan-gagasan. Pada prinsipnya, mempelajari IPA sebagai cara mencari tahu dan cara mengerjakan atau melakukan dan membantu siswa untuk memahami alam sekitar secara lebih mendalam (Depdiknas dalam Suyitno, 2002: 7).
Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan pembelajaran IPA adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori agar siswa mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasan-gagasan.

b.      Tujuan Pembelajaran IPA di SD
Pembelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar siswa: 1) Mengembangkan rasa ingin tahu dan suatu sikap positif terhadap sains, teknologi dan masyarakat. 2) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan. 3) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains yang akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 4) Mengembangkan kesadaran tentang peran dan pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari. 5) Mengalihkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman ke bidang pengajaran lain. 6) Ikut serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam. Menghargai berbagai macam bentuk ciptaan Tuhan di alam semesta ini untuk dipelajari (Sri Sulistiyorini, 2007: 40)

Read more at:
http://cumanulisaja.blogspot.com/2012/10/hakekat-pembelajaran-ipa-di-sd.html
Copyright cumanulisaja.blogspot.com Under Common Share Alike Atribution